7 Tips menghemat uang belanja keluarga

Uang belanja bulanan untuk kebutuhan pokok mengambil porsi paling besar dalam rencana anggaran bulanan, khususnya bagi anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Beban anggaran bulanan ini akan terasa lebih ringan kalau suami istri keduanya bekerja namun jika hanya salah satunya saja yang bekerja maka istri harus bijak dalam pengeluaran

Beruntung kalau suami bekerja pada perusahaan dengan gaji tinggi, lain cerita kalau gaji suami sudah pas-pasan rasanya biaya pengeluaran bulanan perlu dihemat agar bisa memenuhi kebutuhan yang ada

Berikut ini sedikit tips untuk menghemat anggaran bulanan belanja rumah tangga;

Tips menghemat uang belanja

1. Tentukan skala prioritas 

Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, anda perlu mengurutkan kebutuhan berdasarkan skala prioritasnya. Pastikan untuk mendahulukan kebutuhan pokok seperti beras, bumbu dapur, tagihan listrik, tagihan air dan lauk pauk. 

Jangan membelanjakan uang untuk membeli hal yang dirasa kurang dibutuhkan dan tidak mendesak. Contoh sederhana menyetok kebutuhan beras dan lauk pauk jauh lebih penting daripada membeli skincare meskipun tampil cantik itu perlu namun harus tetap menyesuaikan isi dompet . Lagian skincare tidak bisa mengganjal perut lapar hehe

2. Tulis daftar belanja 

Membuat daftar belanja berisi daftar barang yang akan dibeli sangat penting agar barang belanjaan tidak bertambah-tambah. Ini sering terjadi ketika anda berbelanja di minimarket tepatnya dibagian kasir saat proses pembayaran, kasir memberi saran untuk menambah belanjaan roti dan sebagainya dengan harga murah, nah biasanya konsumen tertarik karena mendapat promo harga 

Terlihat murah karena diskon, harga tidak sesuai label namun jika dipikir-pikir lagi dengan harga barang diluaran minimarket maka terlihat normal-normal saja

3. Belanja di pasar tradisional atau warung 

Tidak bisa dipungkiri belanja kebutuhan pokok terutama sayuran di warung atau pasar tradisional lebih fresh dan murah. Lagi pula kita bisa membeli cabai dengan harga Rp.3000 sesuai daftar belanja kita sementara di minimarket cabai sudah dalam bentuk takaran seperempat/setengah kilo

Harga sayuran di pasar tradisional masih bisa ditawar, tetapi nawarnya jangan kebangetan yaa.. karena para pedagang pun juga perlu laba untuk meneruskan usahanya

4. Memasak sendiri di rumah 

Percaya atau tidak, memasak sendiri di rumah lebih hemat daripada membeli makanan. Kalau anda makan dipinggir jalan dengan menu bebek penyet (Rp.18.000) + nasi (Rp.4.500) bersama anak dan istri sudah kelihatan mahal

Coba anda goreng telur 2 biji dirumah sudah bisa makan untuk 4-5 orang anggota keluarga. Sederhana namun mengenyangkan. Paket sayur sop yang diplastik juga hanya Rp.3.000 rupiah + kerupuk (Rp.3000) cukup untuk 4 orang anggota keluarga

Baca juga: Alasan ibu rumah tangga perlu menghasilkan

5. Sesuaikan brand produk 

Meskipun sama-sama kecap, namun beda harga antara kecap merek sawi dan ABC..

ABC Kecap Manis 520 mL/ Kemasan Pouch sekitar Rp 17.900 sementara Kecap Sawi botol 625 ml sekitar Rp.28.900, Kecap Bango kemasan 575 ml sekitar Rp.23.000

Meskipun sama-sama kecap manis namun beda merek beda pula harganya. Pilih brand yang harganya sesuai budget anggaran bulanan 

6. Manfaatkan promo belanja

Kalau anda membuka toko online (flash sale) atau supermarket pasti sering melihat barang-barang kebutuhan rumah tangga dijual dengan harga promo. Harga bisa jauh lebih murah ketimbang pasar tradisional maupun warung 

Ada juga promo beli kecap manis sawi bonus kecap asin sawi dan piring, worth it banget kan untuk stok dirumah?

7. Bayar dengan uang tunai 

Berbelanja dengan kartu debet, kredit maupun PayLater menyebabkan kebocoran anggaran belanja disana-sini. Konsumen tinggal gesek-gesek saja tanpa sadar tagihan sudah membengkak. 

Usahakan berbelanja dengan uang tunai, jadi ketika jumlah belanjaan melebihi uang tunai yang dibawa, anda bisa mengurangi barang belanjaan bukannya malah gengsi lalu pakai pembayaran PayLater 

Nantinya hasil uang yang berhasil dihemat bisa untuk dana darurat, tabungan hingga investasi. Dimana nantinya jumlah uang yang terlihat sedikit akan sangat berguna dimasa depan misalnya kebutuhan mendadak renovasi rumah, pendidikan anak atau membuka usaha rumahan 

h3lmykediricom

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.