Contoh Kejahatan Pembobolan Saldo Rekening Terbaru

Contoh Kejahatan Pembobolan Saldo Rekening Terbaru

Belakangan ini marak terjadi kejahatan pembobolan saldo rekening bank terbaru. Hal ini biasa dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang ingin mengeruk keuntungan sepihak. Berikut ini ada beberapa contoh kejahatan pembobolan saldo rekening terbaru yang harus Anda waspadai :

Modus pembobolan rekening melalui kode OTP dan CVV

Sebagian besar target modus penipuan ini adalah pengguna kartu kredit yang berusia tua. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan kode OTP (one time password) yang dikirimkan melalui SMS dan nomor CVV (3 digit terakhir angka di belakang kartu) dari pemegang kartu kredit.

Pemegang kartu harus tahu bahwa kode OTP dan CVV merupakan data pribadi yang tidak boleh disebarluaskan ke pihak manapun, termasuk ke pihak bank itu sendiri.

Pelaku biasanya akan mengaku sebagai petugas atau karyawan dari bank dengan modus seperti :

  • Informasi pembatalan transaksi pelaku dalam jumlah besar yang mencurigakan dan menawarkan pembatalan transaksi tersebut. Apabila ingin dibatalkan, maka pemegang kartu harus memberikan kode CVV dan kode OTP pada pelaku.
  • Modus undian. Pemenang kartu akan diminta untuk memberikan kode CVV dan OTP untuk alasan administrasi.
  • Modus janji pemberian kenaikan limit kartu pelaku dengan syarat kode CVV dan OTP.
  • Dan sebagainya.

Ingat! Jangan pernah berikan kode CVV dan OTP Anda pada siapapun.

Baca juga : Melacak rekening si penipu

Phishing E-Mail

Contoh kejahatan pembobolan saldo rekening terbaru adalah Phishing Email. Calon korban akan menerima email masuk yang menginfokan untuk melakukan pembaharuan akun internet banking (Upgrade Your Account).

Kemudian, calon korban akan diarahkan ke suatu link yang menuju ke halaman palsu. Halaman palsu tersebut memiliki alamat website atau URL yang tidak sesuai dengan milik bank resmi. Jadi, Anda harus memperhatikannya! Jangan sampai tertipu!

Di laman palsu tersebut, calon korban akan diminta untuk mengisi berbagai data yang sifatnya pribadi. Ingat jangan memasukkan informasi apapun di laman ini! Karena data-data ini bisa digunakan oleh pelaku untuk membobol rekening Anda.

Skimming ATM

Skimming ATM sendiri merupakan suatu tindakan pencurian informasi baik kartu debit atau kredit dengan cara menyalin informasi yang ada di strip magnetik kartu. Strip ini terletak di bagian belakang kartu dan merupakan tempat tersimpannya informasi mengenai kartu tersebut.

Proses skimming ini dilakukan dengan menggunakan skimmer yang ditempelkan dalam slot kartu dalam mesin ATM. Saat kartu dimasukkan ke dalam ATM, maka skimmer akan merekam informasi dari kartu itu. Kemudian, spy camera yang diletakkan pelaku akan merekam saat pemilik kartu memasukkan PIN.

Pelaku bisa langsung menduplikasi kartu ATM dari skimmer. Beberapa tips untuk menghindari skimming ini adalah :

  • Periksa mesin ATM yang akan digunakan.
  • Perhatikan lokasi ATM, pilihlah ATM yang berada di lokasi bank, dijaga dengan security dan diawasi CCTV 24 jam agar lebih aman
  • Ganti PIN secara berkala untuk mencegah pembobolan.
  • Tutupi tangan Anda saat memasukkan informasi mengenai PIN ATM.
  • Ganti kartu ATM Anda menjadi kartu berbasis chip agar lebih aman dan terlindung dari modus skimming.

Modus Penipuan Menggunakan OneKlik

Biasanya jenis penipuan transaksi ini dilakukan dengan menggunakan OneKlik di toko online atau e-commerce dimana pelaku berpura-pura menjadi pembeli dan calon korbannya adalah penjual di toko tersebut.

Pelaku pura-pura tertarik dengan barang jualan calon korban dan pelaku akan melakukan pembayaran melakukan metode OneKlik.

Pelaku akan meminta nomor kartu ATM dan kode OTP yang terkirim via SMS ke calon korban. Pelaku juga akan mengirimkan screenshot transaksi OneKlik palsu agar calon korban makin percaya.

Tips terhindar dari modus penipuan OneKlik :

  • Ingat, OneKlik bukan metode transfer antar rekening.
  • Jangan beritahu nomor kartu dan kode OTP Anda pada siapapun.
  • Tingkatkan fitur OneKlik dengan mengatur batasan (limit) nominal transaksi per hari.

SIM SWAP

Contoh kejahatan pembobolan saldo rekening terbaru lainnya adalah dengan SIM SWAP. BSSN atau Badan Sandi dan Siber Negara menjelaskan bahwa SIM Swap ini merupakan tindak mengambil alih nomor ponsel korban sebagai sarana untuk mengakses akun perbankan.

Seperti yang dilansir dari akun Twitter BSSN, berikut modus pembobolan rekening dengan SIM Swap ini :

  • Pelaku terlebih dahulu akan mengumpulkan berbagai informasi perbankan personal milik korban.
  • Setelah melakukan verifikasi, kartu SIM baru/pengganti akan diterbitkan.
  • Kartu SIM asli yang ada di angan pemilik sah akan dinonaktifkan.
  • Pelaku akan melakukan transaksi, kode OTP akan dikirimkan ke kartu SIM baru.

Modus ini menggunakan kode OTP dan kartu SIM baru sebagai jembatan akses agar si pelaku bisa masuk ke akun mobile banking milik si korban.

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa modus penipuan dan pembobolan nomor rekening yang marak digunakan. Modus tersebut antara lain : Modus pembobolan rekening melalui kode OTP dan CVV, Phising E-Mail, Skimming ATM, Modus Penipuan Menggunakan OneKlik, SIM SWAP dan masih banyak lagi.

Anda harus berhati-hati terhadap berbagai jenis modus seperti diatas. Jaga kerahasiaan rekening perbankan Anda. Jangan berikan kode OTP dan informasi personal Anda pada siapapun termasuk pihak bank sendiri.

Selain modus pembobolan rekening melalui akun rekening. Masih ada banyak sekali modus penipuan lain yang harus Anda waspadai. Seperti penipuan di dompet digital dan sejenisnya. Jika Anda ingin melakukan konfirmasi undian berhadiah, atau konfirmasi tentang hal-hal lainnya. Maka, Anda bisa langsung datang ke bank terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan terpercaya. 

www.helmy kediricom

Source link

Leave a Comment