Alasan karyawan menginginkan resign dari pekerjaan

Dalam dunia pekerjaan, resign menjadi hal yang biasa terjadi dan mungkin sering anda¬†jumpai ditempat kerja, ketika teman kantor baru saja bekerja selama 4 bulan namun sudah memutuskan resign, bahkan istri saya sendiri sudah bekerja nyaman selama 2 tahun juga beberapakali mengutarakan niatnya untuk resign ke kantor lain (mbok di rumah saja fokus ngurus suami..ūüėĆ )¬†

Sebenarnya ada banyak alasan yang melatarbelakangi karyawan meminta resign dari pekerjaan saat ini, mungkin karena ingin melanjutkan pendidikan, dilarang suami bekerja, urusan keluarga hingga menemukan tempat yang dianggap lebih baik 

Alasan karyawan menginginkan resign

Faktor internal dikantor juga sangat mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja, yuk simak alasan karyawan mengajukan resign dari pekerjaannya;

1. Tidak ada jenjang karir, sulit berkembang 

Perusahaan yang baik biasanya menerapkan sistem jenjang karir dengan tujuan meningkatkan semangat sekaligus memberikan apresiasi kepada karyawan terutama pada mereka yang sudah lama bekerja agar mendapat kenaikan jabatan dan juga kenaikan gaji

Sayangnya di tempat perusahaan istri saya bekerja tidak menerapkannya, dia terus bekerja sebagai staff biasa dan tidak mungkin naik jabatan kecuali perusahaan tersebut membuka lowongan pekerjaan untuk jabatan diatasnya 

Ini menjadi salah satu latarbelakang istri saya ingin mengajukan resign karena percuma saja walaupun bekerja bertahun-tahun status karyawannya nanti tetap kontrak dan stagnan sebagai staff biasa 

2. Kurang dihargai atasan dan tidak mendapat apresiasi 

Seberat apapun pekerjaan dikantor akan terasa ringan dan nyaman kalau rekan sejawat saling mendukung dan atasan mampu mengapresiasi kinerja bawahannya. 

Kebetulan atasan istri saya kurang terlihat demikian, ketika istri sibuk bekerja menyortir benih sayuran justru atasan sibuk nonton anime dan bermain game. Bagaimana model atasan seperti ini bisa dihargai bawahan? 

Perlahan sikap atasan yang kurang menghargai bawahan dan jarang memberikan apresiasi mulai dinormalisasi. Kerja lembur sudah biasa apalagi menjelang musim tanam, sikap atasan yang cuek menghilangkan semangat karyawan dalam bekerja, apalagi sudah doing extra miles masih dimarahin maka resign menjadi keputusan yang dianggap tepat

3. Lingkungan kerja tidak mendukung dan toxic 

Lingkungan kerja toxic karena antar rekan kerja menciptakan gengnya sendiri-sendiri, kemudian menceritakan hal-hal kurang baik dari rekan sejawat kepada atasan demi mencari muka 

Lingkungan kerja yang tidak mengenal waktu juga mengesalkan, ketika jam kerja berlebihan bisa mengurangi rutinitas harian, weekend seharusnya untuk mesra-mesraan bareng suami malah diminta masuk untuk meeting, okelah kalau sekali-dua kali, tetapi jika terlalu sering sebaiknya resign 

Pekerjaan diluar kontrak yang berhasil diselesaikan juga perlu mendapat reward dan tambahan uang lemburan, bukan hanya sekedar ucapan terimakasih dari atasan

Rekan kerja ini yang paling berpengaruh dalam dunia kerja, beruntung kalau mendapat rekan kerja yang saling support dan mau diajak tukar jadwal shift. 

Kebanyakan dikantor terutama tenaga kontrak alias bukan karyawan tetap sudah biasa caper (cari perhatian) dengan atasan, termasuk mereka rela menjatuhkan nama baik sesama rekan kerja demi menjamin perpanjangan kontraknya

Baca juga: Alasan ibu rumah tangga perlu punya penghasilan

4. Beban kerja tidak sesuai gaji 

Memang dalam rekruitmen pekerjaan terpampang jelas kualifikasi “… mampu bekerja dibawah tekanan baik secara team maupun individu…” tetapi bukan berarti pekerjaan untuk 3 orang dibebankan kepada 1 orang doang. Bayangkan saja untuk lowongan pekerjaan graphic desainer, sudah capek-capek mencari konsep desain, membuat desain, juga dituntut promosi hingga mencari client¬†

Wajar kalau karyawan di perusahaan tersebut berpikir kalau perusahaan tempatnya bekerja pelit, licik karena memanfaatkan tenaga karyawan tak sesuai dengan gaji 

Hanya memberikan gaji UMR daerah untuk pekerjaan yang idealnya diselesaikan 3 orang. Jika perusahaan menuntut karyawannya agar mau bekerja dengan baik dan semaksimal mungkin maka perusahaan tersebut juga harus menjamin hak para karyawan 

Jika sampai saat ini anda masih bekerja diperusahaan yang tidak jelas bagaimana jenjang karir kedepannya, tidak ada upaya dari perusahaan untuk mengembangkan kemampuan karyawan melalui kursus singkat/pelatihan, cobalah untuk mencari lowongan pekerjaan ditempat lain 

Saya rasa masih banyak perusahaan yang sudi menghargai jerih payah anda dan mau mengapresiasi pekerjaan sesuai prestasi yang dicapai. Tetap semangat.. besok hari senin ūüėĀ

Source link

Leave a Comment